Rabu, 16 Juni 2010

SEKS DI PESAWAT –PRAMUGARI-PILOT-Julia PErez




seks bebas di tengah Udara bebas memang menarik untuk dikupas. saat kaki melangkah ke Bandara salah satu tujuan mata memandang adalah wajah 2 sang pramugari yang cantik, seksi dan menarik.


Melenggang bak model di atas catwalk tersenyum ramah memeriksa satu persatu penumpang dan sebelum keberangkatan (takeoff,) beberapa pramugari memeragakan gerakan pemasangan seat belt, rompi anti peluru renang, dll.



Masing-masing di barisan depan seat dan di tengah-tengah barisan seat. dan mereka cuma lipsing, jadi keliatan kayak tarian menggiurkan. Bahkan suara itu masih menarik perhatian saat kita akan sampai pada tujuan."



Ladies and gentlemen, we have started our preparation for landing, please make sure your seat backs and tray tables are in their full upright position. Make sure your seat belt is securely fastened and all carry-on luggage is stowed underneath the seat in front of you or in the overhead bins. Please turn off all electronic devices until we are safely parked at the gate. The flight attendants are currently passing around the cabin to make a final compliance check and pick up any remaining cups and glasses. Thank you."

Bahkan seorang Wakil calon bupati pun sekaligus Artis Seksi Jupe pernah melakukannya


Fantasi Seks / bercinta dengan pramugari juga dimiliki banyak orang di seluruh dunia. Tak dapat pramugari - Pakaiannya pun Jadi.Itulah kenyataannya. Baru 2 ini di Tokyo
Seragam yang tadinya dimiliki oleh para pramugari yang terpaksa 'dirumahkan' laku keras dibeli oleh para pelaku seks menyimpang di Jepang. Demikian diberitakan Timesonline.co.uk, Kamis (4/3/2010)-(Sumber: http://international.okezone.com/read/2010/03/04/214/309127/seragam-pramugari-diincar-penikmat-seks)


Lalu siapa sajakah orang2 yang pernah menikmati Seks di Angkasa Raya ini.
Sama 2 yang kita ketahui Terungkapnya skandal seks pilot-pramugari yang
Terjadi kepada SEPASANG pilot dan Pra­mu­gari Batavia Air dengan penerbangan 7-221 jurusan Jakarta-Balikpapan, dimana mereka tidak mau ke­hilangan kesempatan. Dua pu­luh menit sebelum landing, me­­reka menyempatkan diri ber­pe­lukan mesra di depan toilet.dan lagi 2 mereka mengatakan itu LUMRAH. Soal hubungan asmara pilot dan pramugari memang sudah di­anggap lumrah dan menjadi obrolan sehari-hari di ma­sya­ra­kat. Nova, sebut saja na­ma­nya Be­gitu, pramugari se­bu­ah mas­kapai swasta ini me­ngatakan, hu­bungan pra­­mugari dan pilot me­mang begitu dekat. Alas­an­nya, sesama kru pe­sa­wat me­reka memang dituntut untuk kompak.

Kedekatan itu kemudian menjelma menjadi hubungan la­yaknya keluarga. Apalagi bi­­la mereka sedang berada diluar kota atau luar negeri yang jauh dari keluarga. Namun bukan mustahil bila hubungan kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lain. "Kami kan juga manusia. Kadang-kadang ada saja kebablasannya, " ujar Nova.

Nova yang sudah menjalani profesi pramugari selama empat tahun, mengaku pernah terlibat hubungan cinta dengan beberapa pilot di perusahaannya. Tapi semua itu dilakoni secara diam-diam. Sebab risikonya, ia akan terkena grounded dari perusahaan bila ketahuan.

Hubungan cinta sesama kru itu, diakui Nova, hanya sekadar cari kesenangan saja, tidak ada motif-motif lain. Namun sekarang, kata Nova, hubungan seperti itu tidak lagi dijalaninya. sebab ia sudah menikah dengan seorang pengusaha asal Surabaya, setahun yang lalu.


Hal yang sama juga dikatakan Silvie, panggil saja demikian. Pramugari yang bekerja di perusahaan penerbangan carteran ini mengaku sering mendengar kisah itu dari teman-temannya sesama pramugari atau pilot. Hubungan asmara pilot dan pramugari itu bahkan jadi obrolan sehari-hari mereka. Kebetulan beberapa pilot yang sekarang bekerja di tempatnya, dulunya pernah bekerja di maskapai lain yang melayani rute domestik atau regional.
Ia pun berpendapat, hubungan cinta yang terjadi antara pilot dan pramugari sangat manusiawi. Sebab saat bertugas mereka jauh dari keluarga. Belum lagi fasilitas dari kantor sangat mendukung seperti di mes atau hotel. "Selagi mereka tetap bekerja secara profesional, saya kira tidak ada masalah," begitu kata Silvie.
Namun ada juga pilot yang beranggapan lain dengan keakraban itu. Sebut saja kasus yang menimpa YS, pramugari Sriwijaya Air, September silam, yang sempat ramai diberitakan media. Ys berkisah, saat berada di dalam mes Sriwijaya Air di Solo, Jateng, ia mendapat perlakuan tidak senonoh dari Ar, seorang pilot di tempatnya bekerja.
Dalam laporannya ke polisi Bandara Soekarno Hatta, Ys mengatakan kalau Ar telah meremas payudara, bokong, serta menciumi mulutnya secara paksa. Beruntung Ys sempat berteriak sehingga sang pilot merasa ketakutan dan mengurungkan niatnya.

Herannya, sang pilot justru bersikap biasa-biasa saja sesudah itu. Pagi harinya, ia masih menjalankan aktivitasnya menerbangkan pesawat dari Solo ke Jakarta, yang juga membawa Ys sebagai krunya.
Cerita miring soal pilot dan pramugari menurut Rendy Sasmita Adjiwibowo, Kapten Pilot Garuda Indonesia Airwais, hanya dilakukan segelintir orang saja. Sebab yang ia tahu sangat banyak pilot atau pramugari yang bekerja secara profesional. "Tidak etis kalau semua pilot dan pramugari dianggap melanggar moral," kata Rendy.

Pilot yang sudah 33 tahun bekerja di maskapai plat merah ini mengatakan, aturan soal etika pilot dan pramugari saat bertugas sangat jelas dan gamblang. Dalam code of conduct di masing-masing maskapai disebutkan, mereka dilarang ngobrol atau tertawa keras-keras di dalam pesawat. dtc-yan



sementara itu

Sebuah karya ilmiah tulisan Indah Martina, mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Surabaya, bikin terkejut banyak orang. Skripsi berjudul Hubungan antara Harga Diri dengan Seks sebagai Sebuah Alat di Pekerjaan Pramugari Udara langsung menjadi sorotan, awal November, lalu.

Dalam skripsi yang sempat dilansir sejumlah media lokal maupun nasional tersebut, Indah menggambarkan fenomena kedekatan antara pramugari dengan pilot. Bahkan disebutkan banyak pramugari yang bersaing untuk mendekatkan diri kepada pilot. Tujuannya cuma satu. Supaya bisa mendapatkan materi dari sang pilot.

Dari penelitian yang dilakukan terhadap 176 pramugari diketahui, sebanyak 42,6% lebih sering menggunakan pendekatan seksual dibanding profesionalisme dalam bekerja. "Harap maklum, jika kemudian pilot dan pramugari tampak sangat mesra," begitu tulis Indah.

Pola pendekatan yang dilakukan pramugari ada beragam cara. Ada yang duduk seksi dengan menyilangkan salah satu kaki di hadapan pilot. Ada pula yang melakukan pendekatan hingga ke ranjang. Semua itu umumnya dilakukan di mess atau di hotel.

Responden Indah berumur antara 20-35 tahun. Beberapa diantaranya sudah menikah atau berkeluarga. Tapi karena lingkungan kerja yang mendukung, skandal pilot dan pramugari tidak terelakan. "Selingkuh bagi mereka bukan barang yang baru".

Tulisan Indah rupanya diamini Senia, mantan pramugari sebuah maskapai penerbangan swasta yang cukup kesohor namanya. Pasalnya, kata Senia, penghasilan seorang pramugari-terutama yang pemula- tidak seberapa. Bayaran per jam terbang sekitar Rp 35 ribu. Dalam sepekan setidaknya pramugari seperti Senia kebagian rata-rata 25 sampai 30 jam terbang.

Angka yang didapat sebenarnya bisa mencukupi untuk menutupi biaya hidup sehari-hari. Hanya saja, bagi pramugari seperti Senia, nilai itu kurang mencukupi. Soalnya, ia harus mengongkosi gaya hidup dan penampilannya. "Kalau lagi off gue sama teman-teman sering clubing dan shopping. Mana cukup uang segitu," papar perempuan yang kini bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Tingginya ongkos gaya hidup dan perawatan tubuh serta penampilan, membuat Senia harus mencari cara lain untuk menambah penghasilan. Tapi yang diincar bukan pilot atau awak pesawat di tempatnya bekerja. Ia lebih mengincar penumpang yang menjadi customer nya. Alasannya ingin tetap menjaga imej di mata teman sejawat.

Perempuan semampai berdarah Ambon-Menado ini mengaku, selama tiga tahun bekerja jadi pramugari juga nyambi dengan melayani penumpang saat di darat. Namun, ia tidak sembarangan mencari pelanggan. Biasanya yang diincar adalah penumpang yang punya jadwal tetap atau rutin. Penumpang model begini menurut Senia biasanya berkantong tebal. Sebab umumnya mereka adalah pengusaha atau pejabat.

Untuk layanan di luar jam terbang seperti ini, dara yang kini berusia 26 tahun, mematok tarif paling minim Rp 1,5 juta per sekali kencan. Yang membuat Senia ketagihan, selain mendapat bayaran, ia juga sering dibelikan aneka barang dan pakaian oleh pelanggannya. "Lumayan kan uangnya bisa ditabung" katanya sambil tersenyum.

Dari hasil kerja gandanya selama tiga tahun, ia pun mampu mengumpulkan uang hingga ratusan juta rupiah. Uang tersebut kemudian ia belikan sebuah mobil Honda CRV bekas, membeli rumah lumayan mewah di wilayah Pondok Gede, plus bersekolah di jurusan public relation di Jakarta.

Kenikmatan hidup bergelimang uang yang dijalani Senia ternyata tidak mulus-mulus saja. Sebab pernah suatu ketika ia punya perasaan lain dengan pelanggannya. Ia mengaku jatuh cinta dengan pengusaha muda keturunan Tionghoa yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah. Hubungan cinta itu pun ia jalani enam bulan lamanya.

Namun suatu ketika, ia mengetahui kalau pria yang jadi pacarnya sudah beristri. Senia mengaku terpukul saat itu. Soalnya saat berkenalan, pria tersebut mengaku masih lajang. "Gue dibohongin habis sama dia," keluh Senia.

Karena sakit hati, ia sempat terjebak obat-obatan terlarang. Pekerjaannya sebagai pramugari pun terganggu. Tidak lama berselang ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari profesinya sebagai pramugari, 2005 lalu.

Beberapa pramugari dan pilot yang dihubungi detikcom mengatakan, ada kemungkinan bila seorang pramugari berperilaku seperti itu. "Tapi setahu saya lebih banyak pramugari yang bermoral dan punya harga diri,"Silvie, pramugari pesawat carteran mengaskan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar